Teknologi telekomunikasi adalah salah satu hasil peradaban manusia yang tercanggih di abad ini. Segala sesuatu dapat kita ketahui dan terasa lebih dekat dengan kita walaupun hal tesebut jauhnya ribuan atau bahkan jutaan mil dari kita. Televisi, Telefon, Telegram, Internet, hingga Telefon Seluler, merupakan contoh dari contoh dari teknologi yang tercanggih di abad ini, yaitu teknologi telekomunikasi.
Salah satu teknologi komunikasi yang sedang ngetrend akhir-akhir ini adalah Telefon Seluler (teknologi komunikasi selular). Siapa yang tak mengenal teknologi komunikasi ini. Mulai dari anak SD, pegawai kantor, buruh pabrik, mahasiswa, pedagang, hingga petani mengenal teknologi ini. Mulai dari orang-orang di daerah perkotaan, pinggiran hingga pedesaan juga mengenal apa yang disebut Telefon Seluler. HP (Handphone), begitu mereka sering menyebutnya. Apa saja yang dilakukan dengan menggunakan HP (handphone/teknologi seluler)?. Banyak, mulai membuat janji dengan rekan bisnis, menghubungi kekasih, bercanda dengan teman, menyakan alamat, hingga mengundang walimahan/selamatan. Hal ini dapat dilakukan dengan menelfon atau mengirim SMS (Short Massage Service) kepada orang-orang yang kita tuju. Selain itu, kita juga sering melihat seseorang bermain Game di HP-nya sembari menghilangkan kejenuhannya sehari-hari.
Kini, teknologi komunikasi selular juga sudah menjangkau daerah-daerah, baik itu pedesaan atau perkampungan terpencil. Berbagai investasi dalam sektor teknologi komunikasi selular telah dibangun di daerah-daerah pedesaaan. Mulai dari banyaknya antena pemancar BTS (Base Transmission Station) hingga menjamurnya berbagai kios tempat menjual pulsa di berbagai daerah pedesaaan di seantero Indonesia. Hal itu menujukkan betapa seriusnya investasi di sektor teknologi komunikasi selular di daerah-daerah pedesaan di Indonesia ini. Tentunya investasi semacam ini akan mempengaruhi kehidupan sosio-ekonomi di daerah tersebut.
Sebagai contoh di Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Desa Kaliabu merupakan salah satu desa di Kecamatan Salaman yang tergolong terpencil, terpelosok dan memiliki kondisi topografi berjurang-jurang, berbatasan dengan Kabupaten Purworejo dan terletak di pegunungan Menoreh. Dan contoh kasus ini merupakan pengalaman sendiri penulis ketika melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Kaliabu, Salaman, Magelang bulan Juli – Agustus 2007. Ketika memasuki gerbang desa ini, anda akan terheran-heran karena untuk desa yang tergolong terpencil dan terpelosok ini, ada beberapa antena pemancar BTS (Base Transmission Station) dari beberapa perusahaan telekomunikasi seluler yang letaknya tepat di depan gerbang desa tersebut. Di desa Kaliabu ini juga ada beberapa kios penjual pulsa. Berbagai macam produk pulsa dijual di sini, mulai dari pulsa eceran, elektronik hingga kartu perdana dari beberapa produsen kartu ini ulang (pulsa).
Keberadaan teknologi telekomunikasi seluler ternyata sudah banyak merubah desa ini. “Semenjak dibangun BTS (Base Transmission Station) di depan gerbang desa ini, nelfon atau ngirim SMS selalu lancar Mas” kata Bapak Ikhsanudin salah satu tokoh masyarakat desa Kaliabu. “Di sini rata-rata sudah punya HP, jadi di mana saja, entah itu di kebun, di sawah, atau di pasar dapat nelfon dapat nelfon atau ngirim SMS. Dan HP itu tidak mahal, Mas. Harganya paling Rp. 150 ribu – Rp 300 ribu dan tidak perlu susah-susah seperti pasang teepon kabel. Apalagi, banyak pulsa yang terjangkau yang dapat dibeli masyarakat Kaliabu ini. Rata-rata masyarakat sini pakai Jempol atau Bebas, karena terjangkau Mas.” imbuhnya.
Ada beberapa hal yang unik di desa ini. Di sini, undangan pertemuan warga seperti undangan walimahan, selamatan, rapat paguyuban petani, rapat Karang-Taruna dilakukan dengan mengirim SMS ke setiap orang yang diundang. “Di sini, masyarakat yang biasa diundang dalam suatu pertemuan banyak, Mas. Kalau mencetak undangan satu-persatu, biayanya mahal. Belum lagi, harus melipatnya satu-persatu, repot Mas. Jadi, SMS saja, tinggal tulis tanggal acaranya, tempat acaranya, waktu acaranya, beres tho Mas.” kata Bapak Ikhsanudin lagi.
Selain mengubah kehidupan sosial, ternyata teknologi telekomunikasi seluler juga merubah kehidupan perekonomian desa tersebut. Dengan adanya HP / telefon seluler, masyarakat dapat melakukan transaksi jual-beli dengan mudah. Mulai dari memesan, menawarkan, hingga menjual komoditas tertentu seperti : sayur-mayur, buah-buahan, ternak, sembako, peralatan memasak, dan sebagainya. Contohnya ada pada desa Kaliabu ini. Desa ini merupakan sentra Durian, Duku, Rambutan dan industri rumah tangga Gula Merah. Dengan adanya HP / telefon seluler, pemilik industri rumah tangga Gula Merah dapat melakukan transaksi dagang dengan mudah. Misalnya, ketika industri ini mendapat pesanan dari industri Wajik di Kota Magelang. “Tinggal memencet nomor HP saya, yang punya industri Wajik di Magelang dapat langsung memesan Gula Merah kepada saya” kata Bapak Warsito pemilik salah satu industri rumah tangga Gula Merah di desa Kaliabu. “Tinggal berapa yang dipesan, kapan Gula Merah tersebut harus dikirim dan mereka tidak usah jauh-jauh pergi ke desa Kaliabu untuk memesan sendiri Gula Merah seperti yang dulu-dulu itu” imbuhnya. Contoh lainnya, adalah ketika panen buah-buahan seperti Durian, Duku, dan Rambutan. “Hampir setiap 2 jam, HP berdering yang berisi order buah-buahan dari pedagang besar buah di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, dan Yogyakarta” kata Bapak Abas pemilik salah satu kebun buah di desa Kaliabu. “Sambil memanen buah, sambil mengangkat HP, menjawab order buah-buahan” imbuhnya. “Yah, begitulah Mas, suasana panen buah-buahan di desa Kaliabu ini” imbuhnya lagi.
Intinya investasi di sektor teknologi telekomunikasi seluler sangat mempengaruhi kehidupan sosio-ekonomi daerah terutama daerah pedesaan. Dengan masuknya teknologi telekomunikasi seluler ini, masyarakat menjadi mudah dan praktis dalam melakukan kegiatan sosial dan perekonomian daerah. Dipandang dari sudut sosial, hadirnya teknologi telekomunikasi seluler akan membuat komonikasi antar masyarakat menjadi lebih mudah. Dengan menjadi lebih mudah, hal ini akan mempererat hubungan sosio-kultural masyarakat yang artinya akan meningkatkan persatuan dan kesatuan khususnya masyarakat pedesaan dalam membangun desanya. Dipandang dari sudut perekonomian, hadirnya teknologi telekomunikasi seluler akan membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah, seperti mudahnya transaksi jual-beli dengan salah satu pihak yang tempatnya jauh. Dengan menjadi lebih mudah, perekonomian khususnya perekonomian daerah pedesaan kan tumbuh, peredaran uang cepat. Dengan begitu, kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dapat dicapai dan sektor perekonomian daerah pedesaan dapat terbangun. Diharapkan investasi pada sektor teknologi telekomunikasi seluler ini lambat laun akan membangun kehidupan masyarakat dan perekonomian masyarakat pedesaaan menjadi lebih baik. (Indro Prastowo)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar