Selasa, 30 Desember 2008

Halo, Pak.......!!!!!!


Judul : Halo, Pak........!!!!!
Tema : Seluler dan Kebutuhan Masyarakat
Photografer : Indro Prastowo, STP

Sabtu, 27 Desember 2008

Telefon Seluler, Investasi Pembangunan Sosio-Ekonomi Daerah Pedesaan

Teknologi telekomunikasi adalah salah satu hasil peradaban manusia yang tercanggih di abad ini. Segala sesuatu dapat kita ketahui dan terasa lebih dekat dengan kita walaupun hal tesebut jauhnya ribuan atau bahkan jutaan mil dari kita. Televisi, Telefon, Telegram, Internet, hingga Telefon Seluler, merupakan contoh dari contoh dari teknologi yang tercanggih di abad ini, yaitu teknologi telekomunikasi.

Salah satu teknologi komunikasi yang sedang ngetrend akhir-akhir ini adalah Telefon Seluler (teknologi komunikasi selular). Siapa yang tak mengenal teknologi komunikasi ini. Mulai dari anak SD, pegawai kantor, buruh pabrik, mahasiswa, pedagang, hingga petani mengenal teknologi ini. Mulai dari orang-orang di daerah perkotaan, pinggiran hingga pedesaan juga mengenal apa yang disebut Telefon Seluler. HP (Handphone), begitu mereka sering menyebutnya. Apa saja yang dilakukan dengan menggunakan HP (handphone/teknologi seluler)?. Banyak, mulai membuat janji dengan rekan bisnis, menghubungi kekasih, bercanda dengan teman, menyakan alamat, hingga mengundang walimahan/selamatan. Hal ini dapat dilakukan dengan menelfon atau mengirim SMS (Short Massage Service) kepada orang-orang yang kita tuju. Selain itu, kita juga sering melihat seseorang bermain Game di HP-nya sembari menghilangkan kejenuhannya sehari-hari.

Kini, teknologi komunikasi selular juga sudah menjangkau daerah-daerah, baik itu pedesaan atau perkampungan terpencil. Berbagai investasi dalam sektor teknologi komunikasi selular telah dibangun di daerah-daerah pedesaaan. Mulai dari banyaknya antena pemancar BTS (Base Transmission Station) hingga menjamurnya berbagai kios tempat menjual pulsa di berbagai daerah pedesaaan di seantero Indonesia. Hal itu menujukkan betapa seriusnya investasi di sektor teknologi komunikasi selular di daerah-daerah pedesaan di Indonesia ini. Tentunya investasi semacam ini akan mempengaruhi kehidupan sosio-ekonomi di daerah tersebut.

Sebagai contoh di Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Desa Kaliabu merupakan salah satu desa di Kecamatan Salaman yang tergolong terpencil, terpelosok dan memiliki kondisi topografi berjurang-jurang, berbatasan dengan Kabupaten Purworejo dan terletak di pegunungan Menoreh. Dan contoh kasus ini merupakan pengalaman sendiri penulis ketika melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Kaliabu, Salaman, Magelang bulan Juli – Agustus 2007. Ketika memasuki gerbang desa ini, anda akan terheran-heran karena untuk desa yang tergolong terpencil dan terpelosok ini, ada beberapa antena pemancar BTS (Base Transmission Station) dari beberapa perusahaan telekomunikasi seluler yang letaknya tepat di depan gerbang desa tersebut. Di desa Kaliabu ini juga ada beberapa kios penjual pulsa. Berbagai macam produk pulsa dijual di sini, mulai dari pulsa eceran, elektronik hingga kartu perdana dari beberapa produsen kartu ini ulang (pulsa).

Keberadaan teknologi telekomunikasi seluler ternyata sudah banyak merubah desa ini. “Semenjak dibangun BTS (Base Transmission Station) di depan gerbang desa ini, nelfon atau ngirim SMS selalu lancar Mas” kata Bapak Ikhsanudin salah satu tokoh masyarakat desa Kaliabu. “Di sini rata-rata sudah punya HP, jadi di mana saja, entah itu di kebun, di sawah, atau di pasar dapat nelfon dapat nelfon atau ngirim SMS. Dan HP itu tidak mahal, Mas. Harganya paling Rp. 150 ribu – Rp 300 ribu dan tidak perlu susah-susah seperti pasang teepon kabel. Apalagi, banyak pulsa yang terjangkau yang dapat dibeli masyarakat Kaliabu ini. Rata-rata masyarakat sini pakai Jempol atau Bebas, karena terjangkau Mas.” imbuhnya.

Ada beberapa hal yang unik di desa ini. Di sini, undangan pertemuan warga seperti undangan walimahan, selamatan, rapat paguyuban petani, rapat Karang-Taruna dilakukan dengan mengirim SMS ke setiap orang yang diundang. “Di sini, masyarakat yang biasa diundang dalam suatu pertemuan banyak, Mas. Kalau mencetak undangan satu-persatu, biayanya mahal. Belum lagi, harus melipatnya satu-persatu, repot Mas. Jadi, SMS saja, tinggal tulis tanggal acaranya, tempat acaranya, waktu acaranya, beres tho Mas.” kata Bapak Ikhsanudin lagi.

Selain mengubah kehidupan sosial, ternyata teknologi telekomunikasi seluler juga merubah kehidupan perekonomian desa tersebut. Dengan adanya HP / telefon seluler, masyarakat dapat melakukan transaksi jual-beli dengan mudah. Mulai dari memesan, menawarkan, hingga menjual komoditas tertentu seperti : sayur-mayur, buah-buahan, ternak, sembako, peralatan memasak, dan sebagainya. Contohnya ada pada desa Kaliabu ini. Desa ini merupakan sentra Durian, Duku, Rambutan dan industri rumah tangga Gula Merah. Dengan adanya HP / telefon seluler, pemilik industri rumah tangga Gula Merah dapat melakukan transaksi dagang dengan mudah. Misalnya, ketika industri ini mendapat pesanan dari industri Wajik di Kota Magelang. “Tinggal memencet nomor HP saya, yang punya industri Wajik di Magelang dapat langsung memesan Gula Merah kepada saya” kata Bapak Warsito pemilik salah satu industri rumah tangga Gula Merah di desa Kaliabu. “Tinggal berapa yang dipesan, kapan Gula Merah tersebut harus dikirim dan mereka tidak usah jauh-jauh pergi ke desa Kaliabu untuk memesan sendiri Gula Merah seperti yang dulu-dulu itu” imbuhnya. Contoh lainnya, adalah ketika panen buah-buahan seperti Durian, Duku, dan Rambutan. “Hampir setiap 2 jam, HP berdering yang berisi order buah-buahan dari pedagang besar buah di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, dan Yogyakarta” kata Bapak Abas pemilik salah satu kebun buah di desa Kaliabu. “Sambil memanen buah, sambil mengangkat HP, menjawab order buah-buahan” imbuhnya. “Yah, begitulah Mas, suasana panen buah-buahan di desa Kaliabu ini” imbuhnya lagi.

Intinya investasi di sektor teknologi telekomunikasi seluler sangat mempengaruhi kehidupan sosio-ekonomi daerah terutama daerah pedesaan. Dengan masuknya teknologi telekomunikasi seluler ini, masyarakat menjadi mudah dan praktis dalam melakukan kegiatan sosial dan perekonomian daerah. Dipandang dari sudut sosial, hadirnya teknologi telekomunikasi seluler akan membuat komonikasi antar masyarakat menjadi lebih mudah. Dengan menjadi lebih mudah, hal ini akan mempererat hubungan sosio-kultural masyarakat yang artinya akan meningkatkan persatuan dan kesatuan khususnya masyarakat pedesaan dalam membangun desanya. Dipandang dari sudut perekonomian, hadirnya teknologi telekomunikasi seluler akan membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah, seperti mudahnya transaksi jual-beli dengan salah satu pihak yang tempatnya jauh. Dengan menjadi lebih mudah, perekonomian khususnya perekonomian daerah pedesaan kan tumbuh, peredaran uang cepat. Dengan begitu, kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dapat dicapai dan sektor perekonomian daerah pedesaan dapat terbangun. Diharapkan investasi pada sektor teknologi telekomunikasi seluler ini lambat laun akan membangun kehidupan masyarakat dan perekonomian masyarakat pedesaaan menjadi lebih baik. (Indro Prastowo)


Selasa, 11 November 2008

Logo Try Out Kita


Poster Try Out Kita


Bulan November 2008 ini khususnya tanggal 30 November 2008, Keluarga Mahasiswa Kendal UGM akan mengadakan Try Out UM-UGM & SNMPTN 2009 yang bertema LEAP UP AT YOUR FUTURE. Try Out ini diadakan dalam rangka persiapan untuk menghadapi UM-UGM & SNMPTN 2009. Try Out ini akan diadakan di Pendopo Kabupaten Kendal, Minggu 30 November 2008, mulai jam 9 pagi sampe selesai. Fasilitas yang didapatkan adalah soal, lembar jawab, koreksi langsung, soft drink, dan stiker. Harga tiket Try Out Rp. 10.000,00 dan bisa didapatkan di BP sekolah masing2 atau di Tiket Box (Pendopo). Ikut yaaaaaaaaaaaaaaaaa.............!!!!!!!

Rabu, 22 Oktober 2008

KMK Gama maen bareng di Pantai Depok

































Minggu tanggal 24 Agustus 2008, Keluarga Mahasiswa Kendal UGM mengadakan maen bersama plus makan2 di Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta. Selain maen bersama, kegiatan ini juga ditujukan untuk menyambut Mahasiswa baru angkatan 2008. Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, anak2 kumpul di depan Kopma UGM. Satu jam kemudian, yaitu pukul 11.00 WIB, sekitar 25 anak berangkat dengan menggunakan motor menuju pantai Depok. Setelah sampai di pantai Depok, anak2 makan siang dahulu di salah satu resto di Pantai Depok tersebut. Berbagai hidangan seperti Tongkol asam-manis, Cumi Goreng Tepung, hingga Kerang Goreng tersaji di meja makan. Pokoke......Mak Nyussss, Top Markotop lah....................!!!!!.Anak2 makan dengan lahap dan tidak ada satupun hidangan yang tersisa alias "HABIS". Setelah selesai makan, anak2 bergegas Sholat Zuhur, kemudian bermain, gila2an, di tepi pantai, kendati ada beberapa anak yang masih betah nongkrong di Resto sambil memesan dan menikmati kelapa muda. Beberapa anak yang semula nongkrong di resto, kemudian menyusul untuk bermain, bergila2an ria di pantai. Ada yang foto2, ada yang bermain ombak, berlari2 tanpa tujuan, hahahahahaha. Setelah waktu menunjukan pukul 15.00 WIB, anak2 bergegas pulang ke rumah masing2.

Try Out UM UGM di Kendal



Try Out UM UGM adalah kegitan rutin Keluarga Mahasiswa Kendal Universitas Gadjah Mada setiap tahun. Kegitan ini dimulai tahun 2006 untuk menghadapi UM UGM tahun 2006 di Gedung PKPN Kendal. Pesertanya sangat banyak yaitu sekitar 200 Orang.
Setahun kemudian, yaitu tahun 2007, Try Out UM UGM 2007, diadakan kembali Keluarga Mahasiswa Kendal Universitas Gadjah Mada di Pendopo Kabupaten Kendal. Peserta lebih banyak daripada tahun sebelumnya yaitu 215 orang.
Setahun kemudian, yaitu tahun 2008, Try Out UM UGM 2008, diadakan kembali Keluarga Mahasiswa Kendal Universitas Gadjah Mada di Gedung DPRD Kabupaten Kendal. Peserta lebih banyak daripada tahun sebelumnya yaitu 230 orang. Kendati pada saat itu hujan deras mengguyur kota Kendal, semangat Panitia dan Peserta Try Out memang diakui jempol.............!!!!!. Try Out berjalan dengan lancar, tertib, dan menyenangkan. Beragam ekspresi wajah tersaji beberapa saat setelah Try Out, mulai dari wajah2 panitia yang lega plus capek, hingga tawa, canda, plus kecewa peserta Try Out lantaran hasil Try Out mereka. Try Out ini memberi gambaran kepada mereka tentang UM UGM itu sendiri. Hasilnya juga sangat sinkron. Rata2 anak2 yang mengikuti Try Out kami, punya pandangan tentang UM UGM, lebih siap, dan banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri nomer 1 di Indonesia ini.

Admin

Dimas, Ketua Baru Kita......!!!!!!


Selamat atas terpilihnya Dimas Yogatama (Ilmu Komputer 2006) menjadi ketua baru Keluarga Mahasiswa Kendal Universitas Gadjah Mada periode 2008-2009. Semoga dalam masa pemerintahanya lancar, tidak ada halangan, dan semua program dapat berjalan. Walaupun agak narsis, full ciggarette, dan jarang mandi, Mas Yoga (panggilan akrab Dimas Yogatama) adalah sosok yang bertanggung jawab di mata sebagian besar kendalisti.

Dimas Yogatama adalah ketua KMK gama yang ke 4. Ketua KMK gama sebelum Dimas Yogatama adalah sebagai berikut :










Nama : Muhammad Ery Wijaya
Jurusan : Fisika Teknik 2003
Periode : 2004 - 2006












Nama : Indro Prastowo
Jurusan : Teknologi Industri Pertanian 2004
Periode : 2006 - 2007












Nama : Affandi Rachman
Jurusan : Ilmu Hukum 2005
Periode : 2007 - 2008

Admin

Launching Web Baru KMK Gama





Web ini merupakan web baru Keluarga Mahasiswa Kendal Universitas Gadjah Mada. Semoga dengan adanya web ini alur komunikasi, informasi, pengetahuan antar anggota dapat terwujud. Web ini adalah milik semua anggota
Keluarga Mahasiswa Kendal Universitas Gadjah Mada. Bagi teman2 yang memiliki artikel, ide, informasi, Koleksi Lagu, Koleksi Video, File Presentasi yang menarik, tidak mengandung unsur2 yang melecehkan SARA, berbau pornografi & Pornoaksi, berbau provokatif, dapat dipasang di web ini dengan cara mengirimnya ke admin atau dikirim melaui email KMK gama : gama.kendalisti@gmail.com.

Admin